Trauma Healing Melalui Senam Pagi: Pengungsi Erupsi Gunung Semeru Bersatu di Tempat Tinggal Terpadu Banjarwaru
- Dec 19, 2021
- MOHAMMAD SYARIFUDDIN AL MUBAROK, ST., SH.
Banjarwaru, 19 Desember 2021 - Proses pemulihan pengungsi akibat erupsi Gunung Semeru di Desa Banjarwaru terus dilakukan dengan cara yang kreatif dan bermakna. Pagi ini, suasana ceria dan semangat menyelimuti Tempat Tinggal Terpadu Banjarwaru saat pengungsi berkumpul untuk melaksanakan senam pagi bersama. Kegiatan ini tak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tetapi juga merupakan bagian dari upaya trauma healing.
Trauma Healing merupakan proses penting dalam membantu pengungsi melewati situasi sulit dan penuh tekanan akibat bencana. Senam pagi bersama menjadi salah satu cara yang efektif dalam meredakan stres dan memberikan keceriaan. Pagi ini, donasi berharga datang dari instruktur senam Yani Bakor, yang dengan sukarela memberikan materi senam pagi kepada pengungsi.
Para pengungsi dengan antusias mengikuti sesi senam yang dipandu dengan penuh semangat oleh instruktur. Gerakan-gerakan senam menjadi medium untuk melepaskan ketegangan dan menciptakan rasa relaksasi. Senam pagi ini juga diikuti oleh para kader Desa Banjarwaru yang turut mendukung dan bergabung dalam kegiatan bermanfaat ini.
Bapak Samsul Arifin, S.Pt, Kepala Desa Banjarwaru, menyatakan pentingnya dukungan masyarakat dan berbagai kegiatan positif dalam membantu proses trauma healing. "Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan dampak positif bagi pengungsi. Semua bentuk dukungan dan kepedulian masyarakat sangat berarti dalam membantu mereka melewati masa sulit ini," ujarnya dengan tulus.
Senam pagi bersama ini juga menjadi momentum pengungsi untuk bersatu, berinteraksi, dan merasakan kebersamaan di tengah situasi yang menantang. Semangat gotong royong dan persatuan terlihat jelas dalam kegiatan ini, menciptakan atmosfer yang positif dan mendukung dalam proses pemulihan mereka.
Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan memberikan manfaat bagi pengungsi dalam mengatasi trauma serta melanjutkan perjalanan mereka dengan semangat baru. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pengungsi akan semakin kuat dan siap menghadapi masa depan dengan optimisme.