Tradisi Pembacaan Dibak dalam Slametan Bayi di Lumajang
- May 22, 2026
- MOHAMMAD SYARIFUDDIN AL MUBAROK, ST., SH.
Banjarwaru 22 mei 2026-Masyarakat Desa Banjarwaru, Kabupaten Lumajang, masih menjaga tradisi slametan bayi yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam acara tersebut, keluarga mengundang tetangga dan kerabat untuk bersama-sama memanjatkan doa demi keselamatan serta masa depan sang bayi.Salah satu rangkaian utama dalam tradisi ini adalah pembacaan Dibak atau doa bersama yang dipimpin abah as’ari. Suasana berlangsung khidmat ketika para tamu mengikuti pembacaan doa dengan harapan bayi yang diselamati dapat tumbuh menjadi anak yang sehat, selamat, dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Dalam prosesi tersebut juga disediakan air khusus yang didoakan bersama. Air itu dipercaya sebagai simbol harapan dan doa kebaikan untuk sang bayi. Setelah doa selesai, air tersebut biasanya diberikan kepada keluarga sebagai bagian dari tradisi spiritual masyarakat setempat.Tradisi slametan bayi tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur keluarga atas kelahiran anak, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Kehadiran masyarakat dalam acara ini menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan dan gotong royong yang masih terjaga di lingkungan desa.Warga berharap tradisi pembacaan Dibak dan doa bersama ini tetap lestari sebagai bagian dari budaya religius masyarakat Lumajang yang penuh makna dan nilai kebersamaan
KIM BANJARWARU
Kesekretariat : Jl Monumen Kyai Ilyas Desa Banjarwaru, Kec. Lumajang , Kab.Lumajang
“Inspirasi untuk Perubahan Lebih Baik”