Kebun Sayur dan Kolam Ikan, Pak Sutris Terapkan Pola Pertanian Terpadu yang Produktif di Banjarwaru
- Apr 11, 2026
- MOHAMMAD SYARIFUDDIN AL MUBAROK, ST., SH.
Banjarwaru, 10 April 2026 — Inovasi dalam sektor pertanian terus berkembang di tingkat desa. Salah satu contoh nyata terlihat dari Pak Sutris, petani asal Bundelan, Desa Banjarwaru, yang berhasil menerapkan pola pertanian terpadu dengan memadukan kebun sayur dan kolam ikan dalam satu kawasan lahan.
Di lahan yang dikelolanya, Pak Sutris menanam berbagai jenis sayuran seperti timun dan gambas dengan perawatan yang telaten. Menariknya, di samping kebun tersebut terdapat kolam ikan yang memanfaatkan aliran air dari sungai di dekatnya. Keberadaan kolam ini tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga bagian dari sistem pertanian yang saling terhubung dan saling menguntungkan.
Pola pertanian terpadu ini memberikan berbagai manfaat. Dari sisi ekonomi, Pak Sutris tidak hanya mengandalkan hasil panen sayur, tetapi juga memperoleh tambahan penghasilan dari budidaya ikan. Dengan demikian, sumber pendapatan menjadi lebih beragam dan risiko kerugian dapat diminimalisir.
Selain itu, keberadaan kolam ikan juga memberikan manfaat ekologis. Air dari kolam dapat membantu menjaga kelembapan tanah di sekitar kebun, sementara sisa pakan dan limbah organik dari ikan berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk alami bagi tanaman. Dengan demikian, tercipta siklus alami yang mendukung kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan.
Kisah Pak Sutris menjadi inspirasi bagi petani lainnya di Desa Banjarwaru bahwa inovasi tidak harus rumit. Dengan memanfaatkan potensi yang ada dan mengelola lahan secara cerdas, pertanian dapat menjadi sektor yang produktif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
KIM BANJARWARU
Kesekretariat : Jl Monumen Kyai Ilyas Desa Banjarwaru, Kec. Lumajang , Kab.Lumajang
“Inspirasi untuk Perubahan Lebih Baik”