Harmoni Pagi di Banjarwaru: Tradisi "Ngangon" Bebek, Cara Alami Peternak Jaga Kesuburan Sawah

  • May 05, 2026
  • MOHAMMAD SYARIFUDDIN AL MUBAROK, ST., SH.

​BANJARWARU – Pemandangan puluhan bebek yang berbaris rapi menuju persawahan kembali menghiasi pagi hari di Desa Banjarwaru, Senin, 4 Mei 2026. Tradisi "ngangon" atau menggembala bebek ini bukan sekadar rutinitas mencari pakan, melainkan simbol kemitraan alami antara peternak dan petani.

​Setiap pagi, para peternak lokal menggiring kawanan bebek mereka ke sawah-sawah yang baru saja dipanen atau sedang dalam masa pengolahan lahan. Dengan berbekal sebilah bambu panjang berbendera kecil, peternak dengan sabar memandu bebek-bebek tersebut melintasi pematang jalan desa.

​Aksi ngangon bebek ini ternyata memiliki manfaat timbal balik yang luar biasa bagi ekosistem sawah di Banjarwaru diantaranya: Pemberantas Hama Alami, Bebek membantu petani membasmi hama seperti keong mas dan serangga yang merusak tanaman padi. Pupuk Organik, Kotoran bebek yang tertinggal di sawah menjadi pupuk alami yang memperkaya nutrisi tanah secara cuma-cuma.

Bagi peternak, sawah menyediakan sumber protein alami seperti cacing dan sisa gabah, sehingga kualitas telur bebek yang dihasilkan menjadi lebih baik. Selain irit biaya pakan, bebek jadi lebih sehat karena banyak bergerak di alam terbuka. Sawah warga pun jadi lebih bersih dari hama keong.

 

KIM BANJARWARU
Kesekretariat : Jl Monumen Kyai Ilyas Desa Banjarwaru, Kec. Lumajang , Kab.Lumajang
“Inspirasi untuk Perubahan Lebih Baik”