Gotong Royong Tanpa Pamrih: Tradisi Gudangan dan Hangatnya Kebersamaan Warga Banjarwaru

  • Apr 06, 2026
  • MOHAMMAD SYARIFUDDIN AL MUBAROK, ST., SH.

Banjarwaru – Di tengah modernisasi, semangat gotong royong masyarakat Desa Banjarwaru tetap kental terasa. Hal ini terlihat jelas saat ada salah satu warga yang berpulang. Bukan hanya sekadar mengantar jenazah ke peristirahat terakhir, warga setempat bahu-membahu menyiapkan Tradisi Gudangan sebagai wujud penghormatan terakhir dan bentuk kepedulian antar sesama.

Begitu kabar duka terdengar, tanpa dikomando, warga langsung berbagi tugas. Para pria bersiap melakukan prosesi pemakaman dan mengantar jenazah, sementara para ibu berkumpul di rumah duka untuk menyiapkan hidangan khas: Gudangan.

Tradisi membuat nasi urap atau gudangan dalam momen ini bukan tanpa alasan. Proses pembuatannya yang melibatkan banyak jenis sayuran menuntut kerja sama tim yang kompak, ada yang memetik sayur, memarut kelapa, hingga menumbuk bumbu.

Bagi masyarakat Banjarwaru, Gudangan adalah simbol "paseduluran" (persaudaraan). Ada beberapa nilai gotong royong yang tersirat:

Meringankan Beban Keluarga: Dengan memasak bersama, warga membantu keluarga duka agar tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa sulit.

Sedekah Bersama: Hidangan Gudangan yang disajikan setelah prosesi pemakaman dianggap sebagai sedekah atas nama almarhum/almarhumah yang dinikmati bersama oleh warga yang telah membantu.

Kesetaraan: Dalam tradisi ini, semua warga duduk melingkar dan menikmati hidangan yang sama, tanpa memandang status sosial.

Salah satu anggota KIM Banjarwaru yang meliput kegiatan ini menyampaikan bahwa dokumentasi ini penting untuk memperlihatkan sisi humanis warga Lumajang.

"Gudangan bukan sekadar urusan perut. Ini adalah cara kami menunjukkan bahwa di Banjarwaru, tidak ada beban yang dipikul sendiri. Saat ada yang berduka, semua ikut merasakan dan membantu dengan ikhlas," ujarnya.

Melalui tradisi ini, masyarakat dunia luar dapat melihat bahwa Lumajang, khususnya Banjarwaru, memiliki kekayaan sosial yang luar biasa. Semangat gotong royong yang dibungkus dalam kearifan lokal seperti Gudangan ini diharapkan terus menginspirasi generasi muda untuk tetap menjaga kepedulian sosial di lingkungan mereka.

 

KIM BANJARWARU
Kesekretariat : Jl Monumen Kyai Ilyas Desa Banjarwaru, Kec. Lumajang , Kab.Lumajang
“Inspirasi untuk Perubahan Lebih Baik”