Bengkel Desa Kelas Ibu Kota

  • Sep 04, 2020
  • MOHAMMAD SYARIFUDDIN AL MUBAROK, ST., SH.

 

            Ega adalah salah satu pemuda inspiratif yang ada di Desa Banjarwaru. Pasalnya, laki-laki yang memiliki hobi naik gunung ini memiliki keahlian khusus dibidang otomotif khususnya reparasi motor klasik. Tidak tanggung-tanggung ia mendapat kepercayaan dari seorang Indro warkop untuk memperbaiki motor klasiknya pada saat komunitas motor klasik melakukan touring dan singgah di bengkel milik pria yang dulunya berkuliah di jurusan PGSD Universitas Kanjuruhan Malang tersebut.

            Menurut salah satu pembuat mesin dalam project Get Plastic itu, ia mulai mengenal motor klasik sejak TK. Pada saat itu, motor HMW buatan Jerman. Ketika SMA, mulai mengikuti komunitas motor klasik sehingga membuatnya mengenal banyak orang dan menambah teman. Seiring berjalnnya waktu sambal kuliah, ia mulai mencoba bongkar-bongkar motor klasik kemudian berlanjut dengan mencoba membuat suku cadang untuk motor klasik milik sendiri. Alasannya adalah dulu spare-part motor klasik sulit untuk didapatkan. Dari situlah akhirnya ada yang pesan. Dari satu pesanan kemudian bertambah hingga saya memiliki karyawan.

Pelanggan yang paling jauh dari wilayah barat adalah Jakarta sementara wilayah timur adalah pelanggan dari Bali. Sementara motor yang paling tua dan pernah diperbaiki adalah motor Trayen tahun 1927 buatan Inggris. “yang membuat nyaman  dan betah dalam bekerja adalah kita menyukai pekerjaan tersebut serta pekerjaan saya adalah tentang komunikasi dengan teman. Karena teman akan membawa teman, dan teman akan membawa pelanggan.”, begitu pungkasnya.